Cara Share Internet dengan 2 LAN card

ini adalah cara share koneksi internet kabel dengan 2 LAN card pada windows XP.

ada 4 langkah
1. Jaringan default dari kabel ISP
2. Setting windows agar bisa share koneksi
3. Setting IP pada tiap LAN card
4. Hubungkan LAN kedua dan silakan browsingJaringan default dari kabel ISP
ISP via tv kabel -> cable modem -> LAN card komputer pertama. pastikan internetnya sudah hidup dan sudah bisa browsing.

Setting windows agar bisa share koneksi
Start -> Programs -> accessories -> Communications -> Network Setup Wizard
Next sampai muncul windows berikutnetwork-setup-wizard-pic1.jpgpilih sesuai petunjuk pada gambar

network-setup-wizard-pic2.jpg

defaultnya adalah LAN card yang konek ke internet. tinggal next saja sampai selesai. kalau minta di save ke disket di tolak jawab NO dan finish.

pastikan Internet Connection Sharing pada LAN properties pada komputer pertama yang terhubung ke cable modem terpilih.
cek “Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection”
internet connection sharing

Setting IP pada tiap LAN card
Setting LAN card yang ke internet (komputer 1) – default dari teknisinya.
- Obtain an iP address automaticaly
- Obtain DNS Server Address Automatically

Setting LAN card yang menuju Komputer Lain (komputer 1) :
IP Address : 192.168.0.5
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : Kosongin aja
DNS : Kosongin aja

Setting LAN card pada Komputer Lain (komputer 2,3,4,5,dsb):
IP Address : 192.168.0.10
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.0.5
Prefered DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet
Alternate DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet

Hubungkan LAN kedua dan silakan browsing
sambungkan LAN card antara komputer 1 dan komputer 2 dengan menggunakan kabel cross. silakan browsing.

tambahan :
bagi yang tidak tau cara setting IP
Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections
Klik kanan -> Properties (pada Local Area Connection)
pada Tab -> general
cari This connection use the following items -> Internet Protocol [TCP/IP]
klik properties -> pada tab general pilih obtain an iP address automaticaly
ini setting yang DHCP, untuk yang statik pilih Use this following IP address.

bagi yang tidak tau cara liat DNS

Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections
klik kiri 2x pada LAN card yang konek ke internet
pada Tab -> SUpport
ada tombol detail, disana ada yang namanya DNS servers, itulah DNS dynamic yang diberikan oleh ISP anda.

note:
1. gunakan kabel cross untuk menghubungkan lan card pc1 dan lan card pc ke 2.
2. gunakan kabel straight untuk menghubungkan cable modem dan lan card pc1

ringkasan :
1. pastikan koneksi internet dari ISP sudah jalan.
2. share koneksi pada LAN card pertama. (liat pada bagian Setting windows agar bisa share koneksi)
3. setting IP, subnet mask, gateway dan dns pada tiap LAN card.
4. selamat internet anda sudah di share.
5. jangan lupa gunakan kabel cross untuk menghubungkan lan card pc1 dan lan card pc2.

http://doresedizone.co.tv/index.php?option=com_content&view=article&id=7:stick-to-the-code&catid=1:latest-news&Itemid=50

Give thanks to Allah.MICHAEL JAKSON

Give thanks to Allah,for the moon and the starsprays in all day full,what is and what wastake hold of your imandont givin to shaitanoh you who believe please give thanks to Allah.Allahu Ghefor Allahu Rahim Allahu yuhibo el Mohsinin,hua Khalikhone hua Razikhone whahoa ala kolli sheiin khadirAllah is Ghefor Allah is Rahim Allah is the one who loves the Mohsinin,he is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all.Give thanks to Allah,for the moon and the starsprays in all day full,what is and what wastake hold of your imandont givin to shaitanoh you who believe please give thanks to Allah.Allahu Ghefor Allahu Rahim Allahu yuhibo el Mohsinin,hua Khalikhone hua Razikhone whahoa ala kolli sheiin khadirAllah is Ghefor Allah is Rahim Allah is the one who loves the Mohsinin,he is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all.

MENYIKAPI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DI ERA GLOBALISASI UNTUK MENUJU SUKSES MASA DEPAN

Dewasa ini kita memasuki era Globalisasi yang ditunjang oleh perkembangan yang pesat dari teknologi Informasi. Adanya gabungan dari teknologi telekomunikasi dengan komputer menghasilkan suatu media yang mampu menembus batas fisik antar negara melalui dunia maya yang disebut dengan internet. Internet atau internetworking yang tidak hanya mampu mengolah pesan atau data saja, tetapi memungkinkan kita bisa bercakap-cakap dan bertatap muka dengan seseorang (User Interface) yang jaraknya jauh, sehingga teknologi ini telah menghapus jarak ribuan kilometer antar bangsa hanya dalam hitungan detik saja.

Adanya teknologi Informasi semacam internet sekarang ini juga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu maka perkembangan Teknologi Informasi harus disikapi dengan sikap terbuka dan diterima dengan baik oleh kita. Walaupun harus diakui bahwa dengan perkembangan Teknologi Informasi yang begitu pesat sekarang ini selain membawa dampak positif juga berdampak negatif bagi yang menyalahgunakannya.

Tidak mengikuti perkembangan Teknologi Informasi berarti tidak dapat bersaing. Slogan seperti ini patut ditanamkan dalam diri kita. Coba bayangkan di Era Globalisasi ini, dimana segala hal berbau kecanggihan Teknologi seperti alat-alat sekolah, perkantoran, dan rumah tangga tetapi kita tidak paham dari kegunaan alat tersebut, apalagi mengoperasikannya. Jangan sampai di zaman yang serba modern dan canggih ini kita dianggap Gagap Teknologi ( Gaptek ).

Untuk itu mari sepatutnya kita terus belajar dan belajar untuk mengikuti perkembangan Teknologi Informasi yang bergerak sangat cepat. Karena untuk saat ini sampai ke depannya, tanpa memiliki dasar IPTEK, khususnya kemampuan dalam Teknologi Informasi maka orang tidak memiliki nilai jual dalam kompetensi di lingkungan kerja dan lemah dalam persaingan di dunia usaha.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, teknologi Informasi sangat dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Sebagai contoh di dunia Perbankan kita dapat mentransfer uang untuk seseorang dalam hitungan detik saja atau kita dapat mengambil uang dari berbagai tempat di dunia ini tanpa harus datang ke Bank dimana kita menabung dengan adanya sistem online.

Di bidang persuratan dulu kita mengenal cara berkirim surat via pos. Ini memerlukan waktu sedikitnya satu hari untuk berkirim surat ke kota yang sama. Bayangkan jika harus berkirim surat ke negara lain. Berapa waktu yang dibutuhkan? Maka untuk saat ini kita mengenal teknologi kirim surat dengan email yang memungkinkan kita mengirim surat dengan. Email.

Di Bidang Pendidikan untuk mengatasi mahalnya harga buku dengan mulai mensosialisasikan adanya elektronic books atau yang kita kenal dengan e-book.

Di bidang hiburan saat ini tengah marak di stasiun televisi nasional menggunakan poling sms untuk menentukan bintang favorit kita atau band-band favorit kita meluncurkan milis untuk menjalin komunikasi dengan para penggemarnya.

Dari contoh-contoh di atas maka bisa untuk gambaran diri kita bahwa betapa pentingnya arti perkembangan Teknologi Informasi kita ikuti untuk kesuksesan kita di era Globalisasi ini. Untuk itu mari kita motivasi diri kita dengan menyikapi & mengikuti secara positif perkembangan Teknologi Informasi yang berkembang dengan begitu pesat, sehingga dalam hidup kita selalu tertanam sikap ingin maju dengan diiringi realisasi tindakan yang nyata. Dengan berbekal dari sikap ini bukan tidak mungkin Ilmuwan sekelas Newton yang waktu lahir memiliki tubuh yang mungil dan lemah, bodoh dalam setiap pelajaran tetapi bisa menciptakan rumus Energi, atau JP. Joule yang pemalas & tidak suka matematika tetapi mampu menciptakan Hukum Kekekalan Energi, atau Galileo galilei dengan teleskopnya ataupun ilmuwan-ilmuwan dunia lainnya mampu kita saingi dengan pemikiran kita yang bersumber dari partisipasi aktif kita mengikuti perkembangan Teknologi Informasi ini secara positif.

Makasih yach,, mohon do comment

Salam sukses

<embed src=”http://www.pageplugins.com/generators/flash_glitter_text/show.swf?message=WELCOME%20TO%20DORES%20ZONE&font=http://www.pageplugins.com/generators/flash_glitter_text/fonts/plainn_lib.swf&glitter=http://www.pageplugins.com/generators/flash_glitter_text/glitters/glitter5.swf&clickURL=http://www.pageplugins.com/generators/flash_glitter_text/&swfHeight=114&swfWidth=1152&bevel=1&shadow=1&glow=1&blur=0&fade=1&blink=1&fontsize=71&num=5″ quality=”best” wmode=”transparent” bgcolor=”#ffffff” width=”1152″ height=”114″ name=”glitters” align=”middle” allowScriptAccess=”always” type=”application/x-shockwave-flash” pluginspage=”http://www.macromedia.com/go/getflashplayer” /></embed><br><a href=”http://www.pageplugins.com/generators/flash_glitter_text/”>Custom Glitter Text</a><br/>

HUBUNGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT

Kontribusi ICT dalam Mengurangi Kemiskinan

Fenomena paradoks melanda negara berkembang, pertumbuhan ekonomi yang dianggap cukup tinggi tetapi masih memiliki banyak masyarakat miskin. Apa penyebabnya? Beberapa pakar ekonomi berpendapat penyebab utama dari kejadian ini adalah tidak meratanya kesejahteraan yang dirasakan oleh rakyat, dimana terjadi kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin. Oleh karena itu, diperlukan terobosan baru agar rakyat dapat lebih merasakan dan menikmati pencapaian hasil-hasil pembangunan. Salah satu terobosan itu melalui program pemberdayaan rakyat lewat pemanfaatan teknologi informasi.
Tulisan ini mencoba untuk menggambarkan peluang memajukan atau meningkatkan taraf hidup rakyat terutama menanggulangi masalah kemiskinan lewat pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT). Penulis akan mengungkapkan peranan/kontribusi ICT dalam beberapa cerita. Berikut uraiannya:
Pertama :
Dengan ICT membuka ruang komunikasi dan transaksi e-commerce yang memperkenalkan sumber daya alam di suatu wilayah dan produk-produk agrobisnis yang dikelola oleh masyarakat miskin, sehingga pemerintah, pengusaha, dan pemilik modal dapat melakukan berbagai kerjasama untuk mendorong, memberdayakan, dan mensejahterakan masyarakat miskin.
Kedua :
Bantuan pemerintah kepada masyarakat miskin sering salah sasaran, atau bantuan yang diberikan oleh pemerintah tidak seperti yang diharapkan. Salah satu kunci permasalahan ini adalah komunikasi yang kurang antara si pemberi bantuan dan yang memohon/memerlukan bantuan. Dengan ICT, maka pemerintah dapat dengan segera membuka ruang komunikasi dengan penduduk setempat untuk mengetahui apa yang menjadi masalah utama, bantuan apa yang segera perlu diberikan, dan juga mengawasi apakah bantuan sudah sampai di sasaran yang dimaksud. Dengan ICT, kontrol si pemberi bantuan dapat mudah dilaksanakan dan aspirasi masyarakat miskin dapat mudah tersalurkan, sehingga persoalan korupsi, atau bentuk penyelewengan terhadap bantuan dapat diminimalkan.
Ketiga :
Pada perdagangan tradisional (tanpa ICT), persoalan yang sering terdengar adalah ketidakadilan dalam perdagangan khususnya akses informasi yang sepihak atau lebih menguntungkan para pengusaha besar. Pedagang kecil kekurangan pengetahuan dan akses pasar dan harga, sehingga mereka terpinggirkan. Dengan ICT, partisipasi dan saling tukar pengetahuan dan informasi dapat mudah dilakukan termasuk akses informasi pasar.
Keempat :
Dengan kemajuan industri ICT dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk dapat bekerja dalam industri itu. Memang kendala utama adalah rendahnya pendidikan dan keahlian dari masyarakat miskin. Tetapi bila melihat kemajuan di Italia, dimana perusahaan turut memberikan kontribusinya untuk mensejahterakan masyarakat dengan cara menarik masyarakat miskin untuk bekerja di industri, dan dalam jangka pendek diberikan pelatihan dan dalam jangka panjang disekolahkan. Ini merupakan terobosan untuk mengatasi masalah banyaknya masyarakat miskin yang sulit mendapatkan pekerjaan karena rendahnya pendidikan. Kemajuan industri ICT tentu akan berpengaruh langsung pada industri non-ICT yang memanfaatkan teknologi informasi. Ini berarti, kemajuan industri ICT akan mendorong kemajuan industri non-ICT, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih besar dalam hal lapangan kerja bagi masyarakat miskin.
Kelima :
Grameen Bank adalah contoh yang terbaik untuk memperlihatkan suatu institusi yang menjadi pioner dalam pemberdayaan masyarakat miskin melalui ICT. Grameen Bank di Bangladesh memiliki program mobile telephone disebut Grameen Phone dan menguasai 70% pasar, lebih jauh lagi, Grameen Bank mengembangkan Internet Service Provider yang menyediakan saluran internet di tiap kota di Bangladesh, dan juga dikembangkan Grameen Software dan Grameen Education untuk pendidikan Teknologi Informasi dalam mengembangkan sumber daya manusia yang menguasai teknologi. Penghasilan yang diperoleh Grameen Bank dari semua usaha di atas tentunya untuk membantu masyarakat miskin agar dapat lebih meningkat atau lebih berdaya.
Keenam :
Dengan ICT, dapat dibangun hubungan dan kerjasama antar usaha kecil dan menengah yang melibatkan masyarakat miskin dalam suatu industri tertentu. Tentunya kerjasama ini dapat mudah terjadi apabila terjalin komunikasi. Suatu industri dapat memberdayakan masyarakat miskin untuk memproduksi suatu produk tertentu misalnya kerajinan tangan, lalu dipasarkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran, untuk distribusinya ditangani oleh perusahaan yang bergerak di bidang distribusi, untuk penjualan produk kerajinan tangan ke luar negeri ditangani oleh perusahaan yang bergerak di bidang ekspor. Hubungan atau kerjasama ini membentuk satu kekuatan yang hanya dapat terjadi apabila perusahaan-perusahaan dapat saling mengenal. Oleh karena itu, dengan ICT hubungan ini dapat dipermudah.
Ketujuh :
Dalam program kesehatan untuk kaum miskin lewat ICT, telah terbukti pada satu cerita dimana seorang perawat di suatu daerah terpencil dengan menggunakan kamera digital yang terhubung ke internet dapat merekam gejala penyakit pasien, lalu mengirimkannya ke dokter yang terdekat, untuk selanjutnya dilakukan diagnosa dan pengobatannya dapat diberitahukan kepada perawat itu lewat jalur internet.
Kedelapan :
Dengan ICT, banyak orang dapat melakukan komunikasi dengan mudah saling bertukar pengetahuan mengenai cara mengelola usaha, atau bercocok tanam, atau menangkap ikan, dan pengetahuan yang lainnya, yang dapat meningkatkan taraf hidupnya. Dengan ICT, banyak orang dapat memperoleh informasi mengenai lowongan kerja atau mempertemukan antara pekerja dan pekerjaan. Dengan ICT, memungkinkan orang untuk mendapatkan informasi mengenai potensi suatu daerah, dan kekurangannya.
Dari kontribusi ICT dalam mengurangi kemiskinan seperti yang diuraikan di atas, tentunya dapat terlaksana apabila pemerintah di suatu negara punya komitmen untuk mengembangkan ICT dan membuat berbagai kebijakan termasuk pembangunan infrastruktur ICT sehingga masyarakat khususnya masyarakat miskin dapat merasakan manfaat ICT dan lebih diberdayakan.

//

Kontribusi sektor ICT dalam Pertumbuhan Ekonomi

Pengalaman di berbagai negara membuktikan Information and Communication Technology (ICT) telah memainkan peranan yang penting, baik sebagai sektor produksi-ICT maupun sektor pengguna-ICT. Kebijakan ekonomi setiap negara juga telah mengalami pergeseran paradigma dari semula mengandalkan pada sumber daya alam, kini bergeser pada ekonomi baru atau lazim disebut dengan information economy, dan menentukan keunggulan suatu negara dalam berkompetisi di arena global. Bila peran penting ICT dikaitkan dengan upaya menjadikannya tulang punggung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, maka peningkatan perekonomian seperti halnya di Indonesia melalui pemanfaatan ICT tidak akan maju dengan cepat bila tidak didukung oleh seluruh stakeholder terkait yaitu Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat.
Kontribusi ICT pada pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial telah mendapat perhatian besar pada beberapa tahun belakangan ini, terutama pada isu mengenai “ekonomi baru”. Sektor produksi-ICT dan sektor pengguna-ICT amat beragam, antar dan di dalam suatu negara. Fokusnya lebih banyak diberikan pada debat pengambilan keputusan oleh pemerintah, kurang melihat efeknya pada kurang waktu jangka panjang.
Ada 3 (tiga) efek dari pemanfaatan ICT dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu:
pertama :
Investasi ICT dalam berbagai sektor membantu peningkatan produktifitas tenaga kerja.
kedua :
Kemajuan teknologi di dalam memproduksi barang-barang teknologi tinggi memberikan kontribusi untuk kemajuan sektor ICT
ketiga :
Penggunaan yang lebih meningkat dari ICT membantu perusahaan untuk melakukan efisiensi secara menyeluruh.
Studi di beberapa negara menunjukkan investasi dalam sektor ICT mengalami kecepatan pertumbuhan didorong oleh perluasan pasar ke negara-negara yang belum mampu mengembangkan ICT. Sebagai contoh, negara Jepang dan Amerika adalah negara dengan kecepatan pengembangan teknologi maju yang memberikan kontribusi kuat pada pendapatan nasional mereka.
Perkembangan riset dalam sektor ICT mendorong kemajuan komputer dan telekomunikasi sehingga menarik banyak investor dan perusahaan baru dalam sektor produksi-ICT. Hal ini membuat persaingan semakin ketat dan harga produk ICT menjadi rendah, sehingga terjadi peningkatan pemakaian produk ICT secara meluas dan mempengaruhi pertumbuhan produktifitas.
Sektor produksi-ICT merupakan sektor yang menjadi daya tarik bagi beberapa negara seperti Jepang. Hal ini mendorong perubahan teknologi dalam pasar yang cepat. Perkembangan ini juga diikuti dengan perkembangan dalam bidang jasa ICT seperti jasa konsultan ICT, jasa training dan jasa pengembangan software. Tidak banyak negara yang menfokuskan pada sektor produksi-ICT, hal disebabkan oleh tuntutan ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Negara Jepang adalah salah satu negara dengan semangat nasionalismenya mau membangun SDM-nya untuk pengembangan teknologi. Hasilnya, saat ini Jepang menjadi salah satu negara yang terbesar memberi perhatian dalam sektor produksi-ICT yang ditandai dengan banyaknya riset yang dilakukan dan memperoleh manfaatnya dalam menumbuhkan ekonomi mereka.
Alasan lain mengapa tidak banyak negara yang bergelut di sektor produksi ICT adalah dibutuhkan anggaran yang besar untuk entry cost dari proyek-proyek penelitian untuk pengembangan ICT. Sebagai contoh, Amerika dalam mengembangkan semi-conductor di tahun 1999 membutuhkan dana sebesar 1.2 milyar dollar Amerika. Ini berarti entry cost (first cost) memang terbilang tinggi tetapi ketika pengembangan semi-conductor itu telah selesai maka untuk memproduksi/memperbanyak semi-conductor yang baru memerlukan biaya relatif lebih rendah, dan tentu hal ini memberikan keuntungan yang besar bagi Amerika terutama ekspor ke luar negeri.
Berbeda halnya dengan sektor produksi-ICT, dalam sektor pengguna- ICT lebih banyak negara yang bergelut di sektor ini dan memperoleh manfaatnya. Sektor jasa keuangan dan bisnis di dunia adalah sektor pengguna ICT yang banyak menggunakan produk teknologi tinggi untuk menefesienkan pekerjaan atau meningkatkan produktifitas tenaga kerja.
Perkembangan industri di sektor pengguna-ICT dipengaruhi pula oleh proses globalisasi yang ditandai dengan era keterbukaan informasi dan perkembangan ilmu dan teknologi. Globalisasi ini juga menimbulkan tuntutan terhadap peningkatan produktifitas kerja agar dapat berkompetisi di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat. Peranan ICT di berbagai sektor memberikan energi positif untuk meningkatkan profit suatu perusahaan dan secara makro untuk meningkatkan ekonomi suatu bangsa.
Dalam perkembangannya, ICT digunakan untuk mendukung supply-chain secara terpadu yaitu jaringan kerjasama antar perusahaan untuk menawarkan suatu produk sampai ke tangan konsumen, hal ini memberikan nilai tambah atau nilai bisnis bagi pelaku bisnis.
Kontribusi sektor produksi-ICT dan sektor pengguna-ICT di beberapa negara telah membuktikan hasil yang mendorong pertumbuhan ekonomi, diantaranya pembukaan lapangan kerja, peningkatan produktifitas tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus penanggulangan kemiskinan.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.